Kajian Fiqh al Mar'ah (Uyunul Masa'il li an Nisa) "MU'TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH DZAKIROH LI'ADATIHA WAKTAN LA QODRON"
إلى حضرة النبي المصطفى سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم واله واصحابه واتباعه وإلى حضرة جميع مشايخنا ومعلمينا وآبائنا والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات.
خصوصا الى:
Penyusun buku ini, admin grup, pengantar materi, mujawwib, anggota grup, keluarga, anak turunku,
Semua yg ikhlas berbagi ilmu,
Semoga selalu dalam rahmat berkah Alloh di dunia dan akhirat,
Ila yaumil qiyamah wa husnul khotimah.
الفاتحة...
ﺑﺴﻢ اﻟﻠﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ (1)
اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ اﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ (2) اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ (3) ﻣﺎﻟﻚ ﻳﻮﻡ اﻟﺪﻳﻦ (4) ﺇﻳﺎﻙ ﻧﻌﺒﺪ ﻭﺇﻳﺎﻙ ﻧﺴﺘﻌﻴﻦ (5)
اﻫﺪﻧﺎ اﻟﺼﺮاﻁ اﻟﻤﺴﺘﻘﻴﻢ (6) ﺻﺮاﻁ اﻟﺬﻳﻦ ﺃﻧﻌﻤﺖ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ اﻟﻀﺎﻟﻴﻦ (7)
🍁 Senin 20 November 2017 🍁
*07. MU'TADAH GHOIRU MUMAYYIZAH DZAKIROH LI'ADATIHA WAKTAN LA QODRON*
Yaitu wanita yang sudah pernah haidl dan suci.
Kemudian ia mengeluarkan darah melebihi batas maksimal haidl (15 hari 15 malam). Serta antara darah lemah dan darah kuat tidak bisa dibedakan (satu warna), atau bisa dibedakan (lebih satu warna) akan tetapi tidak memenuhi 3 syarat mumayyizah. Dan ia hanya ingat kebiasaan waktu mulainya haidl, serta lupa kebiasaan lamanya haidl sebelum istihadloh.
*contoh*
Seorang wanita mengalami istihadloh, (keluar darah lebih 15 hari). Sebelum mengalaminya, ia ingat tanggal 1 mulai haidl, akan tetapi dia tidak ingat sampai kapan haidl tersebut berhenti.
*maka*
Tanggal 1 yakin haidl
Tanggal 2 sampai 15, mungkin haidl, mungkin suci, juga mungkin mulai putusnya darah.
Tanggal 16 sampai akhir bulan, yakin suci
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 👉 yakin haidl
11 12 13 14 15 16 👉 mungkin haidl, mungkin suci, mungkin mulai putusnya darah
17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 👉 yakin suci
*Keterangan*
Ketika pertama kali istihadloh, ia mandi pada hari ke-16.
Qodlo sholat: 14 hari
Qodlo puasa: 15 hari
Untuk bulan selanjutnya, ketika darah masih saja keluar, maka langsung mandi setelah tanggal satu.
Sedangkan hukumnya, masa yang yakin haidl, dihukumi seperti layaknya orang yang haidl. Masa yang yakin suci, dihukumi seperti layaknya orang yang suci. Dan masa mungkin haidl mungkin suci dan mungkin putus nya haidl, dihukumi seperti wanita wanita mutahayyiroh, sperti keterangan yg lalu.
Buku Uyunul Masail linnisa LBM MHM Lirboyo kediri, Jawa Timur.
Halaman 92-93
Comments
Post a Comment