Syawir "Cara Memandikan Mayat dalam Kasus Mutilasi"



Soal :
 Assalamualaikum, bgaimana cara memandikan mayat dlm kasus pembunuhan mutilasi??
Pluss mengkafani dan mnguburkannya.

Hasil Syawir :
 Cara memandikanya kalo memungkinkan dimandikan ya dimandikan kalo tidak ya ditayamumi.
dalam kitab al bajuri dijelaskan wajib secara fardlu kifayah pada mayat yang muslim selain orang yang mati dalam keadaan ihram dan mati syahid (dalam pertempuran membela agama) empat perkara, yaitu: memandikannya, mengkafaninya, melakukan shalat atasnya dan menguburnya. Ucapan pengarang: memandikannya, artinya atau penggantinya, yaitu tayammum, sebagaimana andaikata mayat yang terbakar oleh api dan andaikata dimandikan maka dagingnya terlepas dari tubuhnya.Utk masalah mengkafani dan menyolati ditafshil dikafani seperti biasa dan disolati seperti biasa kalo anggota tubuh ditemukan semua, dikafani dan disholati semampunya kalo memang tidak diketemukan semua dan terpisah2. Wallohu a'lam bisshowab.

Ibarot :
 *الباجوري ج ١ ص ٢٤٢*
وَيَلْزَمُ) عَلَى طِرِيْقِ فَرْضِ الْكِفَايَةِ (فِي الْمَيِّتِ)... الْمُسْلِمِ غَيْرِ الْمُحْرِمِ وَالشَّهِيْدِ (أَرْبَعَةُ أَشْيَاءَ غُسْلُهُ وَتَكْفِيْنُهُ وَالصَّلاَةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ ) (قَوْلُهُ غُسْلُهُ) أَيْ أَوْ بَدُلُهُ وَهُوَ التَّيَمُّمُ كَمَا لَوْ حُرِقَ بِالنَّارِ وَكَانَ لَوْ غُسِلَ تَهَرَّى .
 *حاشية بجيرمي ج ٦ ص ٩٨*
قَوْلُهُ : ( وَلَوْ وُجِدَ جُزْءُ مَيِّتٍ ) أَيْ تَحَقَّقَ انْفِصَالُهُ مِنْهُ حَالَ مَوْتِهِ أَوْ فِي حَيَاتِهِ وَمَاتَ عَقِبَهُ فَخَرَجَ الْمُنْفَصِلُ مِنْ حَيٍّ وَلَمْ يَمُتْ عَقِبَهُ إذَا وُجِدَ بَعْدَ مَوْتِهِ فَلَا يُصَلَّى عَلَيْهِ ، وَيُسَنُّ مُوَارَاتُهُ بِخِرْقَةٍ وَدَفْنُهُ .اهـ .

Comments

Popular posts from this blog

Kajian Qowaidh al Fiqh (Asybah wa an Nadloir) "الحاجة تنزل منزلة الضرورة عامة كانت أو خاصة"

Syawir "Hukum Sholawat saat Memandikan Jenazah"

Syawir "Huntsa Musykil"